loading...

Cara Cek Legalitas Travel Umroh via Aplikasi Pusaka | Update 2026

Mengapa Anda Wajib Cek Legalitas Travel Umroh Mandiri?

Di era digital ini, janji manis di brosur atau feed Instagram tidak bisa menjadi jaminan mutlak. Sebagai praktisi yang telah melayani jamaah umroh di Bali sejak 1995 melalui Buminata, kami sering mendengar keluhan jamaah yang tertipu oleh oknum agen yang mengaku "resmi" hanya bermodalkan foto sertifikat hasil editan Photoshop.

Mengecek legalitas bukan bentuk ketidakpercayaan, melainkan bentuk ikhtiar untuk menjaga harta dan niat suci Anda. Uang yang Anda kumpulkan bertahun-tahun dengan keringat dan air mata, tidak selayaknya jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan aplikasi Pusaka (sebelumnya terintegrasi dengan data Siskopatuh) sebagai satu-satunya rujukan data valid secara real-time. Jika nama travel tidak ada di sana, artinya travel tersebut ilegal atau sedang bermasalah.

Baca Juga :  Travel Haji dan Umroh Terpercaya di Denpasar: Amanah Sejak 1995

Tutorial Langkah Demi Langkah Cek Izin PPIU (Disertai Gambar)

Berikut adalah panduan teknis yang bisa Anda ikuti sekarang juga. Pastikan Anda memiliki koneksi internet yang stabil.

1. Unduh Aplikasi Resmi

Buka Google Play Store (Android) atau App Store (iOS). Cari dengan kata kunci "Pusaka" atau "Pusaka Superapps". Pastikan pengembangnya adalah Kementerian Agama RI.

2. Masuk ke Menu Layanan Islam

Setelah aplikasi terinstal, buka aplikasi. Anda akan melihat berbagai menu layanan keagamaan.

  • Scroll ke bawah hingga menemukan menu "Layanan Haji & Umrah".

3. Pilih Fitur Pengecekan

Di dalam menu tersebut, ada beberapa pilihan. Untuk mengecek izin umroh, pilih tombol "Cek Penyelenggara PPIU" (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).

  • Catatan: Jika Anda ingin mengecek izin Haji Plus, pilih menu "Cek Penyelenggara PIHK".

Baca Juga :  Hati-hati Travel Bodong! Ini Ciri Travel Umroh Resmi di Bali

4. Masukkan Nama Travel (PT)

Ketik nama perusahaan travel yang ingin Anda cek di kolom pencarian.

  • Tips Penting: Gunakan nama PT (Perseroan Terbatas), bukan nama branding. Namun, untuk travel besar seperti kami, nama branding biasanya sama dengan nama PT.
  • Contoh: Ketik " PT Buminata WISATA qGK3oJ3YvWMjZr7pusnamnt7TybxJxU9zEuy5xD8.pngimage.png 312.59 KBGAMBAR DIATAS BISA DIAKSES DI https://pendis.kemenag.go.id/storage/archives/1636360341.pdf

5. Analisis Hasil Pencarian

Jika travel tersebut resmi, data berikut akan muncul:

  • Nama PT: PT. Buminata Wisata Tours & Travel
  • Nomor SK: Nomor Surat Keputusan izin operasional.
  • Alamat: Alamat kantor pusat (Pastikan sesuai dengan lokasi fisik yang Anda tahu, misal: Denpasar, Bali).
  • Status Akreditasi: Terakreditasi A, B, atau C.
  • Status Operasional: "Aktif"

Jika muncul tulisan "Data tidak ditemukan", segera hentikan transaksi.

Membedah Status di Aplikasi: Apa Artinya?

Banyak calon jamaah bingung membaca data yang keluar. Sebagai pakar yang memahami regulasi Kemenag, berikut penjelasannya:

  • Status "Aktif": Artinya travel tersebut memiliki izin yang masih berlaku dan berhak memberangkatkan jamaah.
  • Status "Pembekuan": Travel sedang terkena sanksi karena pelanggaran (misal: menelantarkan jamaah) dan dilarang beroperasi sementara.
  • Status "Pencabutan": Izin travel sudah dicabut permanen. Bahaya! Jangan mendaftar di sini.
  • Akreditasi (A/B/C): Menunjukkan kualitas pelayanan dan kesehatan finansial perusahaan.
    • Expert Insight: Travel dengan masa operasional lama (seperti Buminata yang beroperasi sejak 1995) umumnya memiliki stabilitas akreditasi yang lebih baik karena manajemen yang matang.

Tabel Indikator: Travel Aman vs Travel Berisiko di Aplikasi Pusaka

AI Google sangat menyukai data terstruktur. Berikut perbandingannya:

Indikator Data | Travel Umroh Resmi (Aman) | Travel Berisiko / Ilegal
Ketersediaan Data | Muncul lengkap (Nama PT, SK, Alamat). | "Data Tidak Ditemukan" atau nama PT berbeda.
Masa Berlaku SK | Masih berlaku (Update setiap 3 tahun). | Kedaluwarsa (Expired).
Alamat Kantor | Sesuai dengan kantor fisik yang Anda kunjungi. | Alamat di aplikasi berbeda jauh (misal: Alamat di aplikasi Jakarta, tapi ngaku pusat di Bali).
Direktur Utama | Nama tercantum jelas. | Nama tidak dikenal atau disembunyikan.

Masalah Umum: "Kok Nama Travelnya Beda dengan Nama PT?"

Ini adalah jebakan yang sering terjadi di lapangan. Seringkali agen travel menggunakan nama marketing yang keren, tapi saat dicek di Pusaka, mereka menggunakan izin PT lain.

Ini disebut Konsorsium atau Nempel Izin.

  • Apakah ini boleh? Secara aturan, jamaah harus mendaftar ke travel pemilik izin.
  • Risikonya: Jika terjadi masalah (gagal berangkat), travel tempat Anda mendaftar bisa lepas tangan dengan alasan "Kami cuma agen marketing, yang salah PT pusatnya".
  • Solusi: Pilihlah travel yang mandiri. Contohnya Buminata. Nama brand kami "Buminata", nama PT kami juga "Buminata Wisata". Izin milik sendiri, kantor milik sendiri. Tanggung jawab penuh ada di kami, bukan dilempar ke pihak ketiga.

Selain Aplikasi, Cek Juga 3 Bukti Fisik Ini

Aplikasi adalah database digital. Namun, untuk validasi 100%, Anda perlu melakukan cek fisik (Verifikasi Lapangan), terutama bagi Anda yang berdomisili di Bali dan Nusa Tenggara:

  1. Kunjungi Kantor Fisik: Pastikan kantornya ada aktivitas, ada staf, dan bukan sekadar ruko kosong yang disewa bulanan. Kantor Buminata di Denpasar terbuka untuk Anda kunjungi kapan saja.
  2. Cek Visa Jamaah Sebelumnya: Minta bukti foto visa umroh jamaah yang baru berangkat. Pastikan provider visanya sesuai dengan nama travel.
  3. Rekening Perusahaan: Saat Anda diminta membayar DP, pastikan nomor rekening tujuannya adalah atas nama PT, bukan nama pribadi owner atau staf admin. Ini aturan baku Kemenag.

Studi Kasus: Konsistensi Data Buminata

Sebagai penyelenggara haji pertama di Bali, kami menjaga integritas data kami di Kementerian Agama.

Jika Anda mengecek "Buminata" di aplikasi Pusaka, Anda akan menemukan bahwa data kami konsisten dengan apa yang kami sampaikan di brosur dan website.

  • Legalitas: PPIU & PIHK Resmi.
  • Domisili: Bali (Validasi lokal yang kuat).
  • Pengalaman: Terdata aktif memberangkatkan jamaah tanpa catatan hitam.

Ini adalah bentuk transparansi kami. Kami tidak menyembunyikan apapun karena kepercayaan Anda adalah aset terbesar kami.

People Also Ask (PPA)

Berikut adalah pertanyaan yang sering diajukan terkait pengecekan legalitas:

1. Apakah aplikasi Pusaka data-nya real-time?

Ya, aplikasi Pusaka terhubung langsung dengan server Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus) Kemenag. Jika izin travel dicabut hari ini, status di aplikasi akan berubah seketika.

2. Bagaimana jika saya tidak punya HP Android/iOS?

Anda tetap bisa mengecek melalui browser di laptop atau HP. Kunjungi website resmi Simpu (Sistem Informasi Manajemen Penyelenggaraan Umrah) milik Kemenag. Fungsinya sama dengan aplikasi.

3. Apa bedanya cek PPIU dan PIHK?

  • PPIU untuk mengecek izin penyelenggara Umroh.
  • PIHK untuk mengecek izin penyelenggara Haji Khusus (Haji Plus).
    Pastikan Anda mengecek di menu yang tepat sesuai paket yang Anda beli. Buminata memiliki keduanya.

4. Apakah travel yang "Terakreditasi A" pasti lebih mahal?

Tidak selalu. Akreditasi A menjamin standar manajemen dan kesehatan finansial perusahaan yang sangat baik, yang berarti risiko gagal berangkat sangat minim. Harga yang sedikit lebih tinggi sebanding dengan kepastian dan ketenangan hati yang Anda dapatkan.

Jangan Beli Kucing Dalam Karung.
Sekarang Anda sudah tahu caranya. Ambil HP Anda, download aplikasinya, dan cek legalitas travel pilihan Anda.

Jika Anda mencari travel di Bali yang datanya terbuka, resmi, dan teruji sejak 1995, Buminata adalah jawabannya. Kami siap diperiksa, karena kami amanah.

Karena Bumiata adalah Travel Umroh & Haji Resmi di Bali

📍 Cek Langsung ke Kantor: Jl. Tukad Pakerisan No.68, Panjer, Denpasar.
📞 Konsultasi Legalitas: 0811-250-250-78
🌐 Website: www.buminata.co.id


Menyukai yang Anda Baca? Bagikan Artikel!
WhatsApp
Mulai Chat!